2 Jasad WN Singapura Ditemukan Berpelukan Terhimpit Batu Erupsi Dukono

12 hours ago 13

Jakarta, CNN Indonesia --

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyatakan seluruh korban dari erupsi Gunung Dukono, Pulau Halmahera, Maluku Utara yang sebelumnya dinyatakan hilang telah berhasil ditemukan.

"Sebelumnya, tim SAR gabungan telah menemukan satu korban berinisial E (perempuan) Warga Negara Indonesia (WNI) dalam kondisi meninggal dunia. Dengan ditemukannya dua korban lainnya, maka seluruh korban yang sebelumnya dinyatakan hilang telah berhasil ditemukan," kata Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari mengutip Antara, Minggu (10/5).

"Dengan ditemukannya seluruh korban, operasi SAR erupsi Gunung Dukono secara resmi dinyatakan ditutup," tambahya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Diketahui, dua korban terakhir yang ditemukan itu masing-masing berinisial HWQT. (laki-laki) WNA usia 30 tahun dan SMBAH. (laki-laki) WNA usia 27 tahun. Keduanya merupakan WN Singapura.

Setelah penemuan korban, lanjutnya, tim SAR gabungan segera melakukan evakuasi dan membawa seluruh jenazah menuju pos penanganan darurat erupsi Gunung Dukono. Kemudian para korban dirujuk ke RSUD Tobelo untuk proses identifikasi dan penanganan lebih lanjut.

Abdul Muhari menyampaikan pencarian pada hari ketiga berlangsung lebih terarah, setelah sebelumnya tim gabungan menandai titik yang diduga lokasi korban tertimbun material pasir vulkanik menggunakan koordinat GPS pada operasi pencarian sehari sebelumnya.

Meskipun begitu, proses evakuasi dua jenazah terakhir tersebut sempat mengalami kendala karena posisi korban tertimbun material vulkanik dengan ketebalan dan kedalaman yang cukup signifikan.

Kedua korban berpelukan, terhimpit batu besar

Kepala Kantor SAR Ternate Iwan Ramdani mengatakan kedua korban WN Singapura ditemukan pada pukul 13.00 WIT sekitar 13 meter arah utara dari lokasi pertama kali sinyal darurat ditangkap oleh Basarnas Command Center.

Ia menjelaskan kedua korban ditemukan dalam satu titik yang sama dengan kondisi tubuh sudah tidak utuh akibat tertimpa batu besar saat terjadi erupsi.

"Korban ditemukan dalam posisi saling berpelukan dan terhimpit batu besar," ujarnya.

Selain tiga korban meninggal dunia, sebanyak 15 orang lainnya berhasil ditemukan dalam kondisi selamat. Korban selamat adalah WNA asal Singapura terdiri dari TYME (laki-laki) usia 30 tahun, OSS (perempuan) usia 37 tahun, PL (perempuan) usia 33 tahun, LHEI (perempuan) usia 31 tahun, TJYG (perempuan) usia 30 tahun, LYXV (perempuan) usia 30 tahun, dan LSD (laki-laki) usia 29 tahun.

Sementara itu korban selamat WNI terdiri atas BB (laki-laki) usia 24 tahun, YL (laki-laki) usia 23 tahun, S (laki-laku) usia 26 tahun, A (laki-laki) usia 22 tahun, H (lak-laki) usia 26 tahun, FN (perempuan) usia 27 tahun, RI (perempuan) usia 29 tahun, serta SJ (laki-laki) usia 48 tahun.

Dalam operasi pencarian tersebut, dua korban selamat yakni RS dan JA turut membantu tim SAR gabungan dengan memberikan informasi terkait jalur pendakian serta titik terakhir keberadaan para korban sebelum terjadi situasi darurat akibat erupsi.

(tim/dal)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
Kasus | | | |