Water Bombing Karhutla Semeru Terkendala Angin Kencang

1 hour ago 7

Surabaya, CNN Indonesia --

Operasi penyiraman air secara masif dari udara alias water bombing untuk memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Gunung Semeru, Kabupaten Lumajang, menghadapi kendala angin kencang.

Kondisi tersebut membuat api cepat menjalar sekaligus menyulitkan helikopter saat melakukan pemadaman lewat jalur udara.

Dalam pernyataan pada Kamis (3/9) siang tadi, Kepala Pelaksana BPBD Jawa Timur Gatot Soebroto mengungkapkan setidaknya masih ada dua titik api yang menyala di kawasan Gunung Semeru, yakni di sekitar Ranu Kumbolo dan Ranu Pane B29.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kedua lokasi itu disebut jauh, curam, dan sulit dijangkau dari jalur darat.

"Kendala di lokasi adalah angin yang kencang. Selain membuat api cepat menjalar, operasi water bombing juga terkendala, akibat hempasan angin," kata Gatot, Kamis.

Meski demikian, upaya pemadaman lewat jalur udara tetap dilakukan. Helikopter PK-DAP milik Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) yang didatangkan dari Lampung mulai melakukan water bombing pada Rabu (2/9) di kawasan bagian barat Pos 1 Pendakian, tepatnya di tebing punggungan Desa Ranupane, Kecamatan Senduro.

Hingga pukul 12.00 WIB siang, helikopter berkapasitas bucket 1000 liter tersebut telah melakukan water bombing di lokasi itu sebanyak 21 kali dengan total curahan air mencapai 21000 liter.

Selain penanganan lewat jalur udara, upaya pemadaman api juga tetap dilakukan lewat jalur darat oleh tim gabungan.

Tim jalur darat melakukan pemadaman secara manual dan membuat sekat bakar untuk memutus jalur perambatan api agar tidak meluas ke permukiman warga.

Berdasarkan data Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalop) BPBD Jatim, luas lahan yang terdampak kebakaran di kawasan Gunung Semeru hingga saat ini telah mencapai sekitar 600 hektare.

Gatot pun berharap kondisi cuaca membaik dalam waktu dekat agar operasi water bombing bisa berjalan lebih optimal.

"Semoga cuacanya lebih mendukung, karena angin yang kencang mempengaruhi keamanan unit helikopter saat melakukan operasi water bombing," harapnya.

(frd/kid)

Read Entire Article
Kasus | | | |