Jakarta, CNN Indonesia --
Kementerian Sosial berkomitmen untuk mengawal proses pengusulan gelar pahlawan nasional bagi tokoh pemikir kebudayaan dan sastrawan atau non-militer Sutan Takdir Alisjahbana (STA).
Menteri Sosial Saifullah Yusuf mengatakan bahwa usulan dari Universitas Nasional (UNAS) tersebut saat ini sedang dalam pemrosesan dan akan diteruskan ke instansi terkait untuk dikaji lebih lanjut.
"Ini kan lagi diproses, banyak tokoh yang hadir. Ya nanti akan diteruskan prosesnya. Kami akan mengawal sampai nanti ke Dewan Gelar Kementerian Kebudayaan yang dipimpin oleh Pak Fadli Zon," kata dia usai seminar nasional Usulan Gelar Pahlawan STA di Aula Kampus Universitas Nasional, Jakarta, seperti dikutip dari Antara, Selasa (30/6).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Gus Ipul, sapaan Saifullah Yusuf, mengaku belum bisa memaparkan data secara terperinci karena pihak kementerian belum menggelar rapat pleno khusus terkait jumlah total usulan gelar kepahlawanan yang masuk ke kementerian pada tahun ini.
Kendati demikian, dia memastikan bahwa nama Sutan Takdir Alisjahbana telah masuk menjadi salah satu prioritas usulan tokoh yang siap diproses mekanismenya oleh jajaran Kementerian Sosial.
Kemensos menyambut baik usulan ini karena menjadi ruang untuk memberikan penghormatan kepada tokoh bangsa yang selama ini mungkin belum menjadi perhatian bersama.
Dia mengungkapkan bahwa Presiden Prabowo Subianto memang membuka kesempatan luas bagi masyarakat untuk mengusulkan gelar pahlawan bagi figur-figur inspiratif yang berjuang di belakang panggung publik.
"Esensi kepahlawanan STA sangat besar karena meski tidak ikut bertempur secara fisik di medan perang, almarhum berjasa besar dalam merintis dunia pendidikan serta mendorong standardisasi Bahasa Indonesia modern," kata Saifullah.
Saifullah merupakan alumnus UNAS angkatan 1985. Dia secara pribadi mengenang relevansi pemikiran STA saat menjabat sebagai rektor UNAS yang selalu menanamkan iklim kebebasan berpendapat dan berekspresi secara demokratis kepada para mahasiswanya.
Berkat kepemimpinan STA pada masa itu kampus tersebut tumbuh menjadi salah satu pusat diskusi yang subur bagi pergerakan para aktivis mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi.
"Saya berharap mudah-mudahan melalui proses yang ada, Sutan Takdir Alisjahbana bisa menjadi salah satu pahlawan nasional yang ditetapkan oleh Bapak Presiden Prabowo," kata dia.
(antara/ugo)
Add
as a preferred source on Google

9 hours ago
6
















































