Jakarta, CNN Indonesia --
Seorang pria mendadak melompat dari Peron 2 Stasiun Tanah Abang tepat saat rangkaian KRL Commuter Line tujuan Bekasi sedang melaju.
Aksi nekat itu membuat seluruh penumpang histeris. Kejadian tersebut terekam video amatir dan viral di media sosial.
Dalam video yang beredar, pria tersebut usai melompat sempat berdiri terpaku beberapa detik di tengah rel kereta.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Beruntung, masinis KRL dengan sigap melakukan pengereman darurat sehingga kereta berhasil berhenti tepat waktu.
Setelahnya pria tersebut langsung melompat naik kembali ke peron. Setibanya di atas, ia melakukan sujud beberapa detik dalam kondisi diam tak bergerak sebelum akhirnya bisa berdiri kembali.
VP Corporate Secretary KAI Commuter, Karina Amanda mengatakan kronologi peristiwa itu bermula saat pria tersebut melompat ke jalur rel sesaat sebelum Commuter Line tujuan Manggarai masuk jalur 2.
Ia mengatakan masinis pun langsung melakukan pengeremen mendadak pada saat kejadian.
"Dengan sigap petugas masinis melakukan pengereman untuk menghindari temperan dengan yang bersangkutan. Usai pengereman, yang bersangkutan segera melompat kembali ke atas peron," ujar Karina dalam ketarangannya, Selasa (8/9).
Setelah kejadian, masinis langsung berkordinasi dengan petugas pengamanan untuk mengamankan yang bersangkutan dan selanjutnya dibawa ke pos pengamanan untuk dimintai keterangan.
"Kejadian ini tidak menimbulkan kendala operasional dan perjalanan Commuter Line kembali berjalan melayani naik turun pengguna di peron 2 Stasiun Tanah Abang secara normal," kata Karina.
Kapolsek Tanah Abang AKBP Dhimas Prasetyo mengatakan sesaat setelah menerima informasi tersebut, petugas keamanan dalam (PKD) stasiun langsung berlari menuju lokasi untuk mengamankan dan menenangkan penumpang.
"Setelah kondisi tenang, penumpang dibawa ke ruang Pos PAM untuk didata dan dimintai keterangan," kata Dhimas dalam keterangannya, Selasa (8/9).
"Saat dimintai keterangan dan diinterogasi, penumpang cenderung bungkam dan menunjukkan indikasi gangguan kesehatan mental," sambungnya.
Dhimas menyebut karena kondisi mental penumpang yang tidak stabil, proses pemeriksaan dan interogasi lebih mendalam tidak dapat dilakukan. Hal ini demi menjaga kestabilan psikologis penumpang.
Disampaikan Dhimas, petugas selanjutnya menghubungi orang tua penumpang. Namun, orang tua penumpang ternyata sedang berada di luar kota.
Selanjutnya, petugas menghubungi dan berkoordinasi dengan Yayasan Pusat Rehabilitasi Madani Mental Health Care tempat penumpang tersebut menjalani perawatan.
Kemudian, sekitar pukul 19.53 WIB petugas dari Yayasan Pusat Rehabilitasi Madani Mental Health Care tiba di Stasiun Tanah Abang untuk menjemput penumpang tersebut.
"Pukul 20.00 WIB PKD Stasiun Tanah Abang bersama BKO Marinir serah terima penumpang kepada petugas Yayasan Pusat Rehabilitasi Madani Mental Health," ucap Dhimas.
(dis/knf/gil)

2 hours ago
5















































