Prabowo Perintahkan Fokus Penanganan Karhutla Way Kambas Lampung

3 hours ago 5

Jakarta, CNN Indonesia --

Presiden RI Prabowo Subianto meminta penanganan kebakaran hutan dan lahan di Taman Nasional Way Kambas, Lampung menjadi salah satu fokus penanganan.

"Saya juga minta diperhatikan untuk Lampung. Lampung ada ya Way Kambas, Taman Nasional itu fokus kita juga ya. Saya dapat laporan itu juga ada hotspot di situ, dan sudah ada kebakaran berapa hektare itu ya," kata Prabowo saat memimpin rapat penanganan karhutla, Pos Aju, Riau, Senin (24/8).

Prabowo menyebut Way Kambas sangatlah penting lantaran merupakan habitat bagi gajah-gajah Sumatra.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Dan di situ kan taman konservasi kita untuk, untuk gajah dan sebagainya. Gajah-gajah terakhir di Sumatra harus kita, kita rawat di situ," ucap dia.

Karhutla melanda sejumlah wilayah di Pulau Sumatra dan Kalimantan beberapa waktu belakangan ini, salah satunya Taman Nasional Way Kambas Lampung yang merupakan habitat alami gajah Sumatra.

Terpisah Kementerian Kehutanan memastikan kebakaran di Way Kambas berhasil dipadamkan. Gajah Sumatra (Elephas maximus sumatranus) di habitat alami maupun di Pusat Konservasi Gajah dipastikan tidak terdampak langsung.

Kepala Biro Hubungan Masyarakat dan Kerjasama Luar Negeri Kemenhut Ristianto Pribad menjelaskan kebakaran di kawasan Resor Kuala Penet, Taman Nasional Way Kambas, Kabupaten Lampung Timur, berhasil dipadamkan pada Sabtu (22/8) sekitar Pukul 19.00 WIB.

"Berdasarkan pemantauan Balai Taman Nasional Way Kambas, kelompok gajah liar berada di wilayah utara taman nasional, jauh dari lokasi kebakaran. Sementara itu, gajah yang berada di Pusat Konservasi Gajah juga berada di area yang tidak terdampak," tuturnya mengutip Antara, Minggu (23/8).

Dengan demikian, gajah liar maupun gajah di Pusat Konservasi Gajah terpantau aman dan tidak terdampak langsung oleh kejadian tersebut. Petugas tetap melanjutkan pemantauan terhadap pergerakan satwa dan kondisi kawasan untuk memastikan perlindungan satwa liar berjalan optimal.

Penanganan kebakaran melibatkan sekitar 250 personel gabungan dari Balai Taman Nasional Way Kambas, Polda Lampung, Polres Lampung Timur, Kodam, Kodim Lampung Timur, Pemerintah Kabupaten Lampung Timur, mitra kerja taman nasional, Masyarakat Mitra Polhut, kelompok tani hutan, koperasi, dan Masyarakat Peduli Api.

Pengendalian di lapangan turut dipantau langsung oleh Kepala Balai Taman Nasional Way Kambas, Kapolres Lampung Timur, Dandim Lampung Timur, dan Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Lampung Timur.

Setelah pemadaman, personel gabungan melakukan pendinginan dan pemantauan lanjutan guna memastikan tidak terdapat titik api yang kembali muncul. Langkah ini penting mengingat karakteristik lahan gambut yang memerlukan kewaspadaan untuk mencegah potensi kebakaran berulang.

(mnf/isn)

placeholder

Read Entire Article
Kasus | | | |