Operasi Modifikasi Cuaca DKI, Penyemaian Awan Fokus di Selat Sunda

4 hours ago 5

Jakarta, CNN Indonesia --

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta melaksanakan operasi modifikasi cuaca (OMC) sebagai langkah antisipatif menghadapi potensi cuaca ekstrem dan bencana hidrometeorologi di wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya, Jumat (16/1)

Kepala Pelaksana BPBD Provinsi DKI Jakarta Isnawa Adji mengatakan operasi dipusatkan di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, dengan menggunakan pesawat CASA 212 A-2105 milik TNI AU.

"Pada hari pertama pelaksanaan dilaksanakan dua sortie penerbangan dengan total bahan semai 1.600 kilogram Natrium Klorida (NaCl) yang disebarkan di wilayah perairan Selat Sunda untuk meluruhkan awan hujan yang bergerak menuju daratan sehingga presipitasi terkonsterasi di perairan," kata Isnawa dalam keterangan tertulis.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sortie pertama dilaksanakan pada pukul 13.28-14.48 WIB. Pesawat diawaki oleh Mayor Pnb Candra dan Kapt Pnb Lucky, didukung Flight Scientist BMKG Ikhwan dan Lutfi, serta Observer BPBD DKI Jakarta.

Pada sortie itu, sebanyak 800 kilogram NaCl dilakukan dengan ketinggian terbang 8.000-12.000 kaki disemai untuk mendukung pengendalian pertumbuhan awan hujan.

Sortie kedua dilaksanakan pada pukul 15.40-17.30 WIB dengan ketinggian terbang 9.000 kaki, dan jumlah bahan semai yang digunakan pada sortie ini juga sebesar 800 kilogram NaCl.

Isnawa menjelaskan pelaksanaan modifikasi dilakukan dengan fokus penyemaian di wilayah perairan sebagai bagian dari strategi mitigasi dini untuk mengendalikan pertumbuhan awan hujan sebelum bergerak menuju wilayah daratan Jakarta.

"Operasi Modifikasi Cuaca ini merupakan langkah preventif untuk mengurangi potensi hujan berintensitas tinggi yang dapat berdampak pada genangan dan banjir di wilayah DKI Jakarta. Seluruh pelaksanaan dilakukan berdasarkan analisis meteorologi dan hasil pemantauan cuaca terkini," katanya.

BPBD bersama BMKG dan TNI AU akan terus melakukan evaluasi dan koordinasi harian selama periode 16-20 Januari untuk menentukan waktu serta lokasi penyemaian yang paling efektif sesuai dinamika atmosfer.

(yoa/isn)

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
Kasus | | | |