Kuda Putih Diduga Korban Eksploitasi Wisata di Canggu Akhirnya Mati

5 hours ago 5

Jakarta, CNN Indonesia --

Seekor kuda putih di kawasan Canggu, Bali, yang kondisinya kurus memprihatinkan dan sempat diviralkan seorang warga negara asing (WNA), dikabarkan telah mati.

Kuda ini diviralkan karena kondisinya sangat memprihatinkan dann diduga jadi korban eksploitasi untuk kepentingan wisata di Canggu. 

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dalam unggahan yang viral itu, WNA tersebut memperlihatkan sejumlah kuda dengan kondisi kurus. Salah satunya seekor kuda putih. Ia mengaku merasa khawatir terkait kondisi kesehatan kuda tersebut dan berusaha mencari informasi mengenai siapa pemiliknya.

Sementara, Kepala Satpol PP Badung I Gusti Agung Ketut Suryanegara mengatakan, telah melakukan peninjauan ke lokasi bersama Dinas Pertanian, Kabupaten Badung, terkait viralnya kuda yang diduga dieksploitasi untuk penunjang pariwisata di wilayah Desa Canggu, Kuta Utara.

"Terkait dengan viralnya kuda tersebut, kuda ini sudah tua kira-kira sudah berumur lebih dari 30 tahun," kata Suryanegara, saat dikonfirmasi, Jumat (18/9).

Ia menyebutkan, di lokasi tersebut ada tiga kuda milik pribadi dan kuda yang viral dan kurus sudah mati pada tanggal 16 September 2026.

"Kuda yang viral tersebut sudah mati kemarin tanggal 16 September 2026. Karena sakit atau stres yang dipertegas oleh dokter hewan," imbuhnya.

Sedangkan, kedua kuda yang masih tersisa per hari ini sudah dipindah ke wilayah Kabupaten Tabanan. Kuda-kuda itu dicarikan tempat yang lebih baik.

"Dulu kuda-kuda tersebut memang benar disewakan kepada turis yang digunakan untuk jalan-jalan di pantai. Sejak dua tahun yang lalu tidak disewakan lagi, tetapi untuk jalan-jalan masih diajak ke pantai," katanya.

Sementara itu Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Provinsi Bali, Ratna Hendratmoko mengatakan untuk hewan jenis kuda tidak masuk dalam kategori satwa liar.

"Sehingga kewenangannya tidak di bawah kami. Karena hewan kuda sudah termasuk satwa domestikasi sehingga ada di kewenangan dinas pertanian. Namun terkait berita yang viral, kami sangat menyayangkan kondisi tersebut," ujarnya.

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan, Kabupaten Badung, Anak Agung Ngurah Raka Sukadana berjanji akan memberikan informasi detail perihal kuda-kuda tersebut.

"Berkenaan kejadian kuda dimaksud, tim terpadu Satpol PP dan perangkat daerah terkait, tadi pagi sudah meninjau lokasi. Untuk hasilnya nanti saya infokan," ujarnya.

(kdf/wis)

Read Entire Article
Kasus | | | |