Labuan Bajo, CNN Indonesia --
Insiden dugaan penganiayaan warga sipil oleh dua orang anggota TNI AD terjadi Desa Tanjung Boleng, Kabupaten Manggarai Barat.
Korban dugaan penganiayaan yang terjadi pada awal pekan ini kini sedang menjalani perawatan di Rumah Sakit Siloam Labuan Bajo. Aksi dugaan penganiayaan oleh prajurit TNI itu terekam video dan viral.
Istri korban, inisial J, menduga dua pelaku berstatus anggota aktif TNI AD berinisial Y yang bertugas di Kodim Kupang dan R yang bertugas di Bari Kodim 1630 Manggarai Barat. Dua prajurit itu diduga memiliki hubungan kakak-beradik.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Akibat kejadian tersebut, anak kandung korban yang berusia 9 tahun disebut mengalami trauma mendalam.
Merespons hal tersebut, Komandan Kodim (Dandim) 1630/Manggarai Barat, Letkol Inf. Budiman Manurung, menyatakan pihaknya sedang mendalami kasus tersebut dan mengumpulkan keterangan dari seluruh pihak terkait untuk mengungkap kronologi secara utuh.
"Dari Kodim masih melaksanakan pendalaman dan pengambilan keterangan terkait kasus ini," ujar Letkol Budiman saat dikonfirmasi CNNindonesia.com, Rabu,(9/9).
Phak Kodim berjanji memastikan duduk perkara yang menyebabkan Syarif mengalami luka-luka dan akan mengumumkan hasil penyelidikan secara transparan.
Dari informasi yang dihimpun, insiden penganiayaan itu diduga bermula ketika dua oknum TNI AD tersebut melakukan pembongkaran dan perusakan pagar di atas lahan yang diduga milik korban.
J selaku istri korban merekam video aksi pembongkaran tersebut, dua prajurit itu didug atak terima dan langsung mendatangi kediaman korban. Korban lalu diduga dipukuli secara bersama-sama oleh dua prajurit itu.
Saat itu, korban baru saja pulang memancing dan sedang duduk di halaman rumahnya.
Dari rekaman video yang beredar di media sosial, salah satu oknum terlihat melontarkan kata-kata kasar.
Dalam rekaman itu juga terdengar suara perempuan yang berteriak histeris dan menangis saat pemukulan berlangsung.
Korban adalah warga Kampung Rangko, Desa Tanjung Boleng, Kecamatan Boleng, Kabupaten Manggarai Barat.
I yang juga warga setempat mengaku menyayangkan tidak ada perangkat desa maupun aparat yang hadir di lokasi saat insiden terjadi.
Hingga berita ini ditulis, Kepala Desa Tanjung Boleng, Kaharudin, belum memberikan keterangan terkait peristiwa tersebut.
(lou/kid)

5 hours ago
8














































