Keluarga Duga Sekdin Bangkalan Tewas di Juanda Korban Love Scam

4 hours ago 4

Surabaya, CNN Indonesia --

Kuasa hukum keluarga Sekretaris Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (PRKP) Kabupaten Bangkalan berinisial RYS (51), yang ditemukan tewas di dalam mobil dinas di area parkir Terminal 1 Bandara Internasional Juanda mengungkapkan dugaan baru soal motif kematian kliennya.

Risang Bima Wijaya, selaku pengacara keluarga korban menduga RYS merupakan korban penipuan bermodus asmara atau love scam. Menurutnya hal itu merujuk pada pola komunikasi dan latar belakang kasus yang tengah didalami penyidik.

"Kalau korban ini ya, mungkin ya, penipuan modusnya love scam itu," kata Risang, saat dikonfirmasi, Senin (6/7).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Soal perkembangan penyidikan, Risang menyebut pihak keluarga hingga kini masih menunggu kabar dari yang sedang mengejar pelaku. Hal itu disampaikan lewat Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyidikan (SP2HP).

"Perkembangannya ya dari SP2HP yang dikirimkan oleh polisi ke keluarga ya, dalam pencarian masih pelakunya," ujarnya.

Risang mengungkapkan, jejak keberadaan terduga pelaku sempat terlacak di wilayah Jawa Tengah, meski hingga kini yang bersangkutan diduga terus berpindah-pindah lokasi dan tidak menetap di alamat resminya.

"Iya, sempat terlacak di wilayah Jawa Tengah. Tapi ini berpindah-pindah. Pelaku ini kan alamatnya kan tidak ada itu di alamat rumahnya. Namanya Erlan," ungkapnya.

Pihak keluarga dan tim kuasa hukum sendiri sudah mengantongi nama terduga pelaku yang disebutnya dengan inisial E. Hal itu diketahui pihaknya melalui unggahan media sosial terakhir korban dan terduga pelaku.

Keduanya diketahui bepergian bersama ke daerah Malang dan Batu beberapa hari sebelum mayat RYS ditemukan dalam keadaan kaku di dalam mobil dinasnya di parkiran Terminal 1 Bandara Juanda, Surabaya, Rabu (24/6) lalu.

Dari hasil penelusuran pihaknya, Risang menyebutkan sejumlah informasi terkait soal terduga pelaku. E disebut merupakan pria asal Sulawesi Selatan yang pernah bekerja di Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN). Lembaga itu sendiri telah dibubarkan pada 2004.

Meski alamat tersebut telah teridentifikasi, Risang menegaskan E diketahui kerap berpindah domisili antara wilayah Jawa Timur dan Jawa Tengah.

"Nah, dia itu pindah-pindah, Jatim, Jateng, loncat-loncat itu," katanya.

Risang menambahkan, E juga diduga memiliki rekam jejak keterlibatan dalam tindak penipuan dengan berbagai modus, mulai dari penipuan properti, proyek, hingga jual-beli.

"Penipuan semua, ya properti, proyek, jual-beli. Kalau korban ini ya mungkin ya penipuan modusnya love scam itu," ucapnya.

Terkait asal-usul perkenalan antara korban dan terduga pelaku, Risang menduga, hal itu bisa saja berkedok pencarian proyek. Namun, ia menekankan penangkapan terhadap terduga pelaku menjadi kunci untuk mengungkap kronologi awal hubungan keduanya.

"Nah, harus ditangkap dulu E-nya itu. Karena keluarga enggak kenal itu dengan E," katanya.

Polda Jawa Timur (Jatim) mengaku tengah melakukan pengejaran terduga pelaku pembunuhan Sekretaris Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (PRKP) Pemerintah Kabupaten Bangkalan berinisial RYS (51), yang mayatnya ditemukan di dalam mobil dinas di area parkir Terminal 1 Bandara Internasional Juanda.

Kasubdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Jatim AKBP Arbaridi Jumhur mengatakan pihaknya tengah membantu Polresta Sidoarjo untuk mengejar terduga pelaku yang terindikasi melarikan diri ke sejumlah kota.

"Benar, kami back up penuh kasus itu. Sudah kami bagi anggota menjadi beberapa tim untuk melakukan pengejaran terduga pelaku di sejumlah kota," kata Jumhur, Senin (5/7).

Jumhur menjelaskan, salah satu tim bergerak melakukan pengejaran ke arah barat. Namun, kepolisian belum dapat mengungkap secara rinci lokasi yang menjadi sasaran operasi demi kepentingan penyidikan.

"Iya arah barat. Nanti kita akan beritahu lagi kalau hasil ya," ujarnya.

(frd/isn)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
Kasus | | | |