Gerak-gerik Penyiram Air Keras Andrie: dari Jaksel Kumpul di Gambir

4 hours ago 9

Jakarta, CNN Indonesia --

Polda Metro Jaya mengungkap kronologi pengintaian yang dilakukan pelaku penyiraman air keras kepada korban Wakil Koordinator KontraS Andrie Yunus.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Iman Imanuddin mengatakan keempat terduga pelaku terekam CCTV berangkat dari kawasan Jakarta Selatan.

Setelahnya, Iman menyebut para pelaku berkumpul terlebih dahulu di Jalan Medan Merdeka Timur atau di depan Stasiun Gambir, Jakarta Pusat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Pergerakan para pelaku ini dari wilayah Jakarta Selatan menuju titik kumpul awal di Jalan Merdeka Timur atau sekitar depan Stasiun Gambir," ujarnya dalam konferensi pers, Senin (16/3).

Pada sore harinya, kata dia, pelaku terekam mulai bergerak menuju Jalan Medan Merdeka Barat. Mereka kemudian sempat berputar-putar di kawasan Tugu Tani.

Iman menyebut proses pengintaian kemudian berlanjut ketika para pelaku menuju kantor Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI). Ia mengatakan para pelaku kemudian menunggu korban hingga akhirnya korban pulang dan menuju SPBU Cikini.

"Ketika korban selesai acara di YLBHI, korban ini tidak langsung menuju ke tempat kejadian perkara namun sempat mengisi bahan bakar dulu di SPBU Cikini Raya, dan itu diikuti oleh pelaku," ujarnya.

Iman menjelaskan para pelaku juga terekam CCTV yang ada di kawasan SPBU pada saat membuntuti Andrie Yunus sekitar pukul 23.32 hingga 23.35 WIB.

"Sekitar pukul 23:32 atau 23:35 para terduga pelaku terlihat berada di SPBU Cikini Raya," tuturnya.

Ia mengatakan para pelaku kemudian menunggu korban di depan KFC Cikini dengan dua sepeda motor yang berbeda. Setelah korban mengisi bensin, pelaku langsung bergerak menuju Jalan Diponegoro sebelum berbelok ke arah Jalan Salemba 1 yanv menjadi lokasi penyiraman air keras.

"Saat kejadian pada pukul 23:37 hari Kamis tanggal 12 Maret 2026 di Jalan Salemba 1 persimpangan Jalan Talang, wilayah Jakarta Pusat," jelasnya.

Sebelumnya, Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) Andrie Yunus menjadi korban penyiraman air keras di kawasan Jakarta Pusat pada Kamis (12/3) malam.

Koordinator KontraS Dimas Bagus Arya menyebut insiden itu terjadi usai Andrie Yunus menghadiri acara podcast berjudul "Remiliterisme dan Judicial Review di Indonesia" di kantor Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI), sekitar pukul 23.00 WIB.

"Telah mengalami serangan penyiraman air keras oleh Orang Tidak Dikenal (OTK) yang mengakibatkan terjadinya luka serius di sekujur tubuh terutama pada area tangan kanan dan kiri, muka, dada, serta bagian mata," ujarnya dalam keterangan tertulis, Jumat (13/3).

Pasca peristiwa tersebut, Andrie segera dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan secara medis. Dari hasil pemeriksaan, Andrie mengalami luka bakar sebanyak 24 persen.

Dimas turut mengungkap ciri-ciri dari terduga pelaku yang pertama mengenakan kaos berwarna kombinasi putih-biru, celana gelap diduga jeans, dan helm berwarna hitam.

Sementara, pelaku kedua yakni penumpang menggunakan penutup wajah atau masker menyerupai 'buf' berwarna hitam yang menutupi setengah wajah, kaos berwarna biru tua, dan celana panjang berwarna biru yang dilipat menjadi pendek dan diduga berbahan jeans.

(tfq/isn)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
Kasus | | | |