Jakarta, CNN Indonesia --
Aksi main hakim sendiri terhadap terduga pelaku kejahatan tengah marak terjadi di sejumlah wilayah. Bahkan, hingga menyebabkan korban tewas.
Di wilayah Kabupaten Tabanan, Bali, aksi main hakim sendiri ini menimpa seorang pria berinisial KD yang diduga mencuri ayam aduan. Akibatnya, KD tewas usai dihajar massa.
Peristiwa yang terjadi pada Jumat (24/7) dini hari sekitar pukul 01.30 WITA di Banjar Dinas Juwuk Legi, Desa Batunya, Kecamatan Baturiti ini bermula saat warga diduga mendapati KD hendak mencuri ayam.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Aksi pencurian yang diduga dilakukan KD saat itu memicu kemarahan warga. Sebab, di wilayah tersebut sudah sering terjadi kasus kehilangan ayam.
Tak hanya mengeroyok KD, warga yang sudah emosi pun juga membakar sepeda motor milik yang bersangkutan.
Polisi telah menetapkan lima orang sebagai tersangka kasus pengeroyokan terhadap KD. Polisi saat ini juga masih mendalami kasus pembakaran sepeda motor setelah aksi main hakim sendiri itu.
Kasus Morowali
Sementara itu di Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah, seorang pria berinisial S (33) juga tewas dihajar massa setelah diduga hendak mencuri sepeda motor pada Sabtu (25/7) sekitar pukul 23.05 WITA.
Saat aksinya diduga ketahuan, korban sempat menyelamatkan diri dengan masuk ke sebuah minimarket. Meski korban sudah terpojok di area kasir, warga tetap menarik korban dan mengeroyoknya.
Polisi yang mendapat laporan tersebut langsung mendatangi lokasi dan mengevakuasi korban. Namun, nyawa korban akhirnya tak tertolong akibat luka-luka yang dialaminya.
Hingga saat ini, polisi masih menyelidiki kasus dugaan penganiayaan dan pencurian sepeda motor tersebut.
Kasus di Lamongan
Aksi main hakim sendiri juga terjadi di Lamongan, Jawa Timur. Peristiwa ini menimpa MHS (30) warga Tiwet Kalitengah dan AP (29) warga Kemlagigede Turi yang diduga melakukan pencurian besi bekas di sebuah ruko pada Jumat (24/6) sekitar pukul 14.00 WIB.
AP mengaku aksi main hakim sendiri itu bermula saat beberapa warga tiba-tiba mendatangi mereka di lokasi kejadian. Massa tersebut langsung mengikat dan menghajarnya.
Tidak sampai di situ, AP juga menyebut ada salah satu dari mereka yang mengaku sebagai pemilik ruko mengancam dengan menggunakan benda menyerupai senjata api. Kata AP, saat itu dirinya juga diikat, dipukul hingga disiram air garam.
Aksi dugaan pencurian besi itu pun telah dilaporkan oleh pemilik ruko ke Polres Lamongan. Di sisi lain, AP dan MHS juga melaporkan soal dugaan pengeroyokan yang dialaminya ke Polres Lamongan.
Kedua laporan tersebut saat ini masih didalami oleh pihak kepolisian.
(dis/fra)
Add
as a preferred source on Google

5 hours ago
6

















































