Jakarta, CNN Indonesia --
Bareskrim Polri menetapkan bos dari perusahaan produksi gas N2O (nitrous oxide) merek Whip Pink, Andi Hioe dan anaknya Jasen Hioe, sebagai tersangka dalam kasus dugaan pelanggaran Undang-Undang Kesehatan.
Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri, Brigjen Eko Hadi Santoso menyebut keduanya sedang menjalani pemeriksaan oleh penyidik Subdit III setelah memenuhi panggilan kedua.
"Saat ini sedang berlangsung pemeriksaan terhadap Andy Hioe dan Jasen Hioe memenuhi panggilan ke-2 sebagai tersangka dengan persangkaan Pasal 435 Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan," ujarnya dalam keterangan tertulis, Rabu (22/7).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Terpisah Kasubdit III Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri, Kombes Zulkarnain Harahap menjelaskan dalam kasus ini keduanya selaku petinggi PT Suplaindo Sukses Sejahtera (SSS).
"Andy Hioe dan Jasen H memiliki hubungan keluarga ayah dan anak," tuturnya.
Berdasarkan perannya, ia menyebut jika perusahaan yang dijalankan keduanya telah secara ilegal mengedarkan Whip Pink alias gas tertawa yang melanggar Pasal 435 Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang kesehatan.
"PT Suplaindo Sukses Sejahtera memproduksi dan mengedarkan sediaan farmasi berupa gas Nitrogen Oksida," tuturnya.
"Mereka memproduksi dan mengedarkan persediaan farmasi gas nitrogen oksida (gas N20) yang tidak sesuai standar mutu, keamanan dan lainnya," imbuhnya.
Sebelumnya, Bareskrim Polri membongkar rumah produksi dan jaringan peredaran gas Nitrous Oxide (N2O) ilegal bermerek Whip Pink di Jakarta. Total ada tiga rumah produksi yang digrebek pada Senin dan Selasa (13-14/4) kemarin di wilayah Jakarta Pusat, Timur dan Utara.
Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri Brigjen Eko Hadi Santoso menjelaskan ketiga rumah produksi itu berada di bawah naungan PT Suplaindo Sukses Sejahtera dan dipastikan tidak mengantongi izin edar dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).
"PT Suplaindo Sukses Sejahtera belum memiliki legalitas dan ijin edar BPOM terkait produksi dan penjualan produk Gas N2O Merk Whippink," ujarnya dalam keterangan tertulis, Rabu (15/4).
Eko mengatakan dari penggerebekan di dua ruko yang berada di Kemayoran, Jakarta Pusat dan Pademangan Jakarta Utara, polisi menyita ribuan tabung gas N2O siap edar dengan berbagai varian rasa dan ukuran berat.
Dari pengungkapan kasus ini, polisi turut mengamankan sembilan orang pekerja untuk dimintai keterangan lebih lanjut sebagai saksi. Mereka adalah Etikasati sebagai admin Whip Pink, Slamter Triyoni sebagai operator mesin pengisian gas N2O, Sulton dan Suprastyo sebagai petugas packing.
Meskipun beroperasi tanpa izin resmi, bisnis Whip Pink ini memiliki jaringan distribusi yang sangat luas mencakup 16 gudang di 10 kota besar di Indonesia. Keuntungan yang diraup sangat fantastis dalam kurun waktu lima bulan terakhir mencapai Rp21,3 miliar.
(tfq/isn)
Add
as a preferred source on Google

6 hours ago
9

















































