Jakarta, CNN Indonesia --
Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Pekanbaru Provinsi Riau mendeteksi kabut asap dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mulai menyelimuti daerah setempat dengan kualitas udara yang sempat menyentuh level berbahaya.
Kepala BMKG Stasiun Pekanbaru Warjono mengatakan asap tersebut terdeteksi terutama di Bandara Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru.
Kualitas udara sempat berwarna hitam atau pada level berbahaya dengan "Particulate Matter" 2,5 (PM 2,5) 276 mikrogram per meter kubik.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tadi pagi terutama di bandara terpantau asap masuk ke wilayah Kota Pekanbaru dan kualitas udaranya terpantau sampai berwarna hitam atau berbahaya. Kemungkinan ini adalah asap yang berasal dari Pelalawan karena di sana banyak titik api," katanya di Pekanbaru, Selasa (18/8) seperti dikutip dari Antara.
Akan tetapi, lanjutnya, kondisi asap tersebut tidak berlangsung lama yakni dari pukul 08.00 hingga 09.00 WIB, Hal ini disebabkan angin yang cukup kencang sehingga asapnya dengan cepat memudar.
Setelah itu kualitas udara Kota Pekanbaru sudah berwarna biru dengan kondisi sedang dan asap juga tidak terdeteksi lagi. Selain Kota Pekanbaru, kondisi asap juga menyelimuti Kabupaten Pelalawan yang lebih pekat karena merupakan sumber asalnya.
"Hal itu terjadi karena di Riau terpantau 75 titik panas dan paling banyak di Pelalawan sampai 30 titik. Kebakaran masih terjadi di Kerumutan, daerahnya sulit dijangkau dan tanahnya gambut," kata Warjono.
Ia mengatakan, prediksi cuaca hari ini masih melihat ada potensi hujan terutama di wilayah Riau bagian barat dengan intensitas ringan hingga sedang.
Meski begitu potensi karhutla masih mengancam sehingga masyarakat tetap harus waspada.
"Suhu terpantau sudah naik menjadi 33 derajat celcius, kita imbau warga waspada karena kondisi panas dan juga menuju musim kemarau. Ketika sudah ada api diharapkan agar segera melaporkan atau menangani sendiri karena itu akan sangat berpotensi untuk menyebar karena kondisi sangat mudah terbakar," ujarnya.
Untuk mengantisipasi karhutla pihaknya akan memaksimalkan ketika ada potensi awan hujan, akan dilakukan penyemaian garam agar terjadi panen hujan sehingga di tempat yang terjadi kebakaran lahan bisa padam.
(antara/kid)

4 hours ago
8

















































