Jakarta, CNN Indonesia --
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta menyatakan telah siap mengantisipasi ancaman kekeringan di Ibu Kota.
"Kami tetap melakukan rapat koordinasi, pemantauan secara rutin berkala setiap 10 hari ataupun dasarian untuk bisa mengambil langkah-langkah apa yang paling strategis untuk mengurangi atau memitigasi dampak bencana yang mungkin timbul di daerah yang sudah masuk dalam kategori siaga," ujar Kepala Pelaksana BPBD DKI Jakarta Marulitua Sijabat kepada CNNIndonesia.com, Jumat (4/9).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Wilayah-wilayah yang menjadi fokus pemantauan ini merupakan wilayah yang berstatus siaga kekeringan meteorologis oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).
Seperti wilayah Kota Jakarta Pusat, Jakarta Barat, Jakarta Timur, dan Jakarta Utara serta Kepulauan Seribu.
"Itu hari tanpa hujannya mencapai di angka 31 hari, sedangkan Jakarta Selatan tidak masuk dalam peringatan, berarti hari tanpa hujannya masih relatif terkendali atau aman," ujarnya.
Berdasarkan pantauan BPBD DKI Jakarta, hingga kini seluruh wilayah berstatus siaga tersebut masih aman terkendali. Namun, layanan pelaporan akan terus dibuka jika terdapat wilayah yang ingin melaporkan dampak kekeringan.
"Walaupun nanti dibutuhkan, kami akan segera mendistribusikan air bersih yang menjadi kebutuhan warga, dan masyarakat juga bisa melaporkan terkait dengan bencana kekeringan di tempatnya masing-masing atau pemenuhan kekurangan air bersih itu ke 112 di call center-nya BPBD," kata Maruli.
BPBD DKI Jakarta juga melaporkan bahwa kondisi ketersediaan air bersih dari PAM Jaya masih dapat memenuhi kebutuhan masyarakat.
Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung dan BPBD DKI Jakarta melaporkan kekeringan di Kelurahan Kalibaru dan Kelurahan Semper Jakarta Utara, Rabu (2/9). Terkait hal ini, Maruli menjelaskan bahwa kekeringan tersebut berupa kekurangan ketersediaan air bersih.
"Sebenarnya juga nggak semua keluarga, semua RW atau RT yang ada di kelurahan tersebut, hanya beberapa lokasi saja yang membutuhkan air bersih," ujarnya.
"Jadi, suplai air bersihnya yang menurun, gitu loh, karena banyak faktor yang menyebabkan hal itu. Tapi, sekarang setelah kita distribusikan air bersih kemarin, seluruhnya itu sudah bisa terpenuhi," kata Maruli menambahkan.
(mou/fra)

4 hours ago
4














































