123 Hotspot Terindikasi Karhutla Terpantau di Riau

5 hours ago 7

Jakarta, CNN Indonesia --

Jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) melakukan pengecekan melalui udara ke sejumlah wilayah yang terpantau memiliki konsentrasi hotspot kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Provinsi Riau, Rabu (12/8).

Pantauan via udara dilakukan berdasarkan data terbaru Dashboard Lancang Kuning (DLK), menunjukkan ada sebanyak 123 hotspot.

Pemantauan udara yang juga dilakukan bersama Kapolda Riau Irjen Herry Heryawan itu dilakukan ke sejumlah wilayah dengan konsentrasi hotspot. Pemantauan dilakukan untuk melihat kondisi aktual sekaligus memastikan penanganan Karhutla berjalan cepat dan terkoordinasi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kabid Humas Polda Riau Kombes Akmadi mengatakan, pengecekan melalui udara dilakukan sebagai tindak lanjut atas peningkatan jumlah hotspot yang terpantau di sejumlah wilayah Riau.

"Bapak Kapolda bersama Forkopimda melakukan pengecekan langsung melalui udara untuk melihat kondisi aktual di wilayah yang terpantau memiliki hotspot. Data dari Dashboard Lancang Kuning menjadi salah satu dasar menentukan wilayah yang menjadi perhatian dan prioritas penanganan," kata Akmadi dalam keterangannya.

Berdasarkan pantauan DLK hingga pukul 06.00 WIB, terdapat 123 hotspot di Provinsi Riau yakni 3 hotspot kategori rendah, 119 kategori sedang, dan satu kategori tinggi.

Menurut Akmadi, perhatian utama saat ini diberikan terhadap Indragiri Hulu, Siak dan Indragiri Hilir karena memiliki konsentrasi hotspot tertinggi. Selain itu, penanganan juga difokuskan pada wilayah Kecamatan Pinggir, Kabupaten Bengkalis, khususnya kawasan yang berbatasan dengan Kecamatan Kandis, Kabupaten Siak.

Konsentrasi terbesar berada di Kabupaten Indragiri Hulu sebanyak 42 hotspot, terdiri dari 3 kategori rendah, 38 sedang dan satu kategori tinggi. Adapun di  Kabupaten Siak terpantau 34 hotspot dan Indragiri Hilir 25 hotspot. Hotspot lainnya tersebar di Pelalawan sebanyak 7 titik, Kampar 5 titik, Kuantan Singingi 4 titik, Kepulauan Meranti 3 titik, Bengkalis 2 titik,  dan Kota Dumai 1 titik.

Akmadi menjelaskan keberadaan hotspot belum serta-merta menunjukkan seluruh titik tersebut merupakan kebakaran aktif. Oleh karena itu, jajaran kewilayahan telah diperintahkan melakukan pengececkan lapangan dan verifikasi untuk memastikan kondisi sebenarnya.

"Pemantauan dari udara ini sekaligus memastikan bahwa data yang diterima di posko benar-benar ditindaklanjuti di lapangan. Jajaran sudah bergerak melakukan verifikasi, patroli, pemadaman maupun pendinginan sesuai kondisi masing-masing wilayah," jelas Akmadi.

Ia menambahkan, Polda Riau terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah, TNI, BPBD dan seluruh unsur terkait dalam penanganan Karhutla. Seluruh Polres jajaran juga diminta meningkatkan monitoring melalui Dashboard Lancang Kuning dan memperkuat patroli pada kawasan rawan.

Turut dalam pemantauan udara tersebut adalah Plt Gubernur Riau SF Hariyanto, Kajati Riau I Dewa Gede Wirajana, Kapok Sahli Kodam XIX/Tuanku Tambusai Brigjen TNI M. Yahya, serta Kepala BPBD Provinsi Riau Edy Afrizal.

Baca berita lengkapnya di sini.

(kid/tim/kid)

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
Kasus | | | |