1.260 Hektare Kebakaran Lahan di Kaltim, Kebanyakan Milik Perusahaan

4 hours ago 9

Jakarta, CNN Indonesia --

Kasus kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kalimantan Timur (Kaltim) masih terus bertambah.

Hingga akhir pekan lalu setidaknya tercatat 430 kejadian karhutla dengan luas terdampak mencapai 1.260,92 hektare, dan mayoritas merupakan lahan milik perusahaan.

Berdasarkan rekapitulasi BPBD Kaltim, dari total luas terdampak, sebanyak 1.197,37 hektare merupakan lahan, kemudian hutan 32,84 hektare, dan kebun 30,71 hektare.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kalau yang saat ini terbakar mayoritas adalah di lahan," kata Pelaksana Harian (Plh) Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kaltim Sugeng Priyanto, Sabtu (22/8) dikutip dari Antara.

Sugeng menambahkan kebakaran lahan yang terjadi di beberapa wilayah didominasi berada di lahan perusahaan, seperti yang terjadi di wilayah Kutai Kartanagara (Kukar) yakni-- dari data tercatat--luas lahan yang terbakar hingga 366,70 hektare.

"Yang kebakar itu seperti perkebunan, lahan warga, cuman paling banyak merupakan lahan milik perusahaan," terangnya.

Selain itu, dia menjelaskan untuk kebakaran yang terjadi di kawasan hutan tak dipungkiri ada perbedaan data antara yang dihimpun BPBD dan Dinas Kehutanan.

Oleh karena itu, menurutnya untuk data dalam kawasan hutan lebih banyak mengacu pada Dinas Kehutanan.

Sementara itu, Dari 10 kabupaten/kota di Kaltim, Kukar menjadi wilayah dengan luasan karhutla terbesar.

Tercatat 47 kejadian dengan luas mencapai 369,88 hektare.

Selanjutnya Kutai Barat 71 kejadian dengan luas 337,17 hektare, Paser 105 kejadian dengan luas 268,68 hektare, Samarinda 69 kejadian dengan luas 90 hektare, dan Berau 38 kejadian dengan luas 86,44 hektare.

Sugeng mengatakan data karhutla di lapangan bersifat dinamis sehingga dapat berubah sewaktu-waktu. Namun, BPBD berupaya menggunakan data yang sama sebagai acuan bersama.

"Data sementara yang kami dapat itu mengikuti data itu, supaya kita satu data, walaupun kenyataan di lapangan itu selalu berubah-ubah," ujarnya.

Seiring meningkatnya kejadian karhutla, Pemprov Kaltim juga tengah mempersiapkan peningkatan status penanganan bencana. Saat ini Kaltim masih berada dalam tahapan siaga bencana.

"Untuk provinsi, tahapan pertama ini kita kalau penetapan status awalnya adalah siaga bencana," ungkap Sugeng.

Menurutnya, status tersebut kini tengah dipersiapkan untuk ditingkatkan menjadi siaga darurat bencana. Persiapan dilakukan termasuk melalui penerbitan surat keputusan (SK).

"Saat ini meningkatkan kepada siaga darurat bencana, lagi dipersiapkan dengan SK-nya," katanya.

Sugeng menambahkan sejumlah daerah di Kaltim telah berada pada status siaga darurat bencana.

Kabupaten Paser bahkan sedang mempersiapkan peningkatan status dari siaga darurat bencana menjadi tanggap darurat.

"Yang saat ini masih mau naikkan dari siaga darurat bencana ke tanggap darurat itu adalah Kabupaten Paser," kata dia.

Sementara itu, per akhir pekan lalu, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) sendiri mencatat luas karhutla di Indonesia mencapai 72.798 hektare.

Deputi Bidang Pencegahan BNPB Abdul Muhari menyampaikan per Minggu (23/8), Kalimantan Barat jadi provinsi dengan luas karhutla terbesar dengan luasan 38.310 hektrare.

Pada Minggu malam kemarin, Presiden RI Prabowo Subianto memanggil Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin hingga Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto ke kediaman pribadinya di Hambalang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Malam-malam, Prabowo memimpin rapat terbatas membahas penanganan karhutla dan penanggulangan pascagempa NTT di rumahnya tersebut. Tiga kepala staf angkatan TNI pun turut dalam rapat tersebut.

Sekretaris Kabinet Letkol TNI Teddy Indra Wijaya dalam unggahannya di @sekretariat.kabinet mengatakan Prabowo membahas tindak lanjut instruksinya menangani Karhutla dan bantuan pascagempa di Nusa Tenggara Timur (NTT).

"Presiden mengenai dukungan yang telah diperintahkan untuk didistribusikan ke daerah Kalimantan dan NTT, khususnya yang melalui penerbangan udara," ucap Teddy.

Teddy mengatakan beberapa di antaranya adalah penambahan 17 pesawat water bombing ke Kalimantan dan mobilisasi 1.500 personel tambahan beserta perlengkapan perorangan untuk penanganan karhutla di Kalimantan.

Karhutla tengah melanda sejumlah wilayah di Indonesia, terutama di Pulau Kalimantan dan Sumatra.

Baca berita lengkapnya di sini.

(tim/kid)

placeholder

Read Entire Article
Kasus | | | |